Kisah dibalik pengambilan nama desa genteng - Desa Genteng Kec Konang

Latest

Minggu, 04 Februari 2018

Kisah dibalik pengambilan nama desa genteng



SEJARAH DESA GENTENG
(kisah dibalik pengambilan nama Genteng)
Desa Genteng terletak di wilayah perbukitan dengan pemandangan sawah dimana-mana, memiliki luas wilayah kurang lebih 1.344,24 km2.  Desa yang berada di wilayah utara kecamatan konang merupakan desa terluas kedua setelah durin timur. Memiliki jumlah penduduk kurang lebih 6.922 penduduk yang tersebar di berbagai dusun. Desa genteng memiliki beberapa dusun diantaranya adalah dusun ghubugan, tortrebung, bletong, kembang putih, berkongan, begunung. Secara kepadatan penduduk masih lebih banyak area wilayah persawahan dibandingkan rumah penduduknya. Rumah penduduk biasanya terkumpul di beberapa titik wilayah, dibandingkan rumah penduduk ketika disusuri melalui jalannya masih lebih banyak terlihat area persawahan yang luas di perbukitan.
Perbukitan yang sangat luas saat disusuri mulai masuk wilayah desa Bandung menuju desa Genteng dengan melewati wilayah pinggir desa Konang melalui jalan yang naik turun. Udara sejuk yang terasa di lingkungan persawahan yang terdapat adalah setiap jalan yang dilaluinya. Wilayah desa genteng bisa dikatakan terletak di dataran tertinggi dari perbukitan tersebut. Ketika memandang wilayah timur saat menyusuri jalan menuju desa genteng terdapat suatu dataran rendah yang dikelilingi dataran tinggi. Wilayah dataran rendah tersebut hanya terlihat pepohonan dan persawahan. Desa Genteng berdasarkan informasi dari penduduk memiliki kisah dibalik sebuah penamaannya.
Nama genteng tidak didapatkan secara tiba-tiba oleh masyarakat sejak dulu, akan tetapi terdapat asal-usul yang mendasarinya. Asal usul tersebut, menurut informan penduduk yang telah tinggal di wilayah genteng dan cukup banyak tahu mengenai desa genteng. Asal usul dimulai  ketika pada zaman dahulu antara desa genteng saat ini sama desa konang merupakan satu wilayah yang memiliki satu klebun (dalam bahasa Indonesia biasa disebut kepala desa). Apabila digambarkan pada masa itu luas wilayah desa saat masih satu klebun dengan desa konang wilayahnya sangat luas. Bahkan dengan wilayah perbukitan yang cukup luas dimana dalam menempuh satu tempat ke tempat lainnya melalui jalan bukit yang naik turun. kala itu, terdapat suatu inisiatif beberapa tokoh masyarakat yang menginginkan dibaginya wilayah antara desa genteng dan desa konang saat masih satu klebun. Pemisahan dua desa tersebut akhirnya dapat dibagi karena ada sebuah cekungan yang dalam bahasa madura yakni getteng didesa yang dulunya masih jadi satu. Pembagian wilayah dua desa tersebut terpisah oleh getteng, yang pada intinya desa genteng dan desa konang berada di titik yang berseberangan. Ditengah desa terdapat getteng atau dalam bahasa indonesia artinya cekungan yang memisahkan antara desa konang dan genteng. Kata “Getteng” yang berarti cekungan di wilayah perbukitan pada masa dimana desa genteng dan konang masih satu kepala desa dijadikan penamaan untuk desa Genteng saat ini.
Ketika ditelaah lebih dalam mengenai asal usul dibalik nama desa genteng, yang memiliki cerita mengenai getteng (cekungan) yang sebenarnya bernama Getteng. Namun karena kesalahan pusat dalam pendataan di tingkat pemerintahan sehingga terdapat kesalahan yang awalnya Getteng menjadi Genteng. Nama Genteng tersebut akhirnya digunakan hingga saat ini, dan desa lain mengenal desa tersebut sebagai desa Genteng. 
Suasana di desa Genteng memberikan kenyamanan bagi setiap penduduk yang ada, rasa gotong royong yang tinggi yang dimiliki oleh warga desa Genteng menjadikan desa tersebut menjadi desa yang disegani oleh warga di luar desa Genteng. Desa Genteng memiliki tokoh masyarakat yang sangat disegani oleh warga, karena perilaku beliau yang peduli terhadap sesama dan ringan tangan kepada seluruh warganya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar